leleh sudah peluhku entah dari mana menghulu apakah pori-pori yang merekah atau sengat mentari di tanah rengkah ternyata dari rindu yang mulai gundah sudahlah, jangan biarkan mengaduh tapi ke mana nanti peluh kan bermuara apakah menguar begitu saja di panas udara atau bersama jejak tak berbekas sirna ah, ternyata berakhir sepi di relung dada
lelah sudah langkahku mengeja rasa sakit, menyiangi sunyi sekarang pun telah lancar kubaca perih tak terbata-bata lagi saat merintih tapi kenapa rindu tak jua membeku
13.00 - pantai utara jawa
sayup-sayup, di atas sebuah bus tua segerombol pengamen jalanan memperdengarkan padaku sebuah lagu "Lihatlah aku disini, melawan getirnya takdirku sendiri Tanpamu, aku lemah dan tiada berarti" Ah, terendap laraku..